Showing posts with label teduh jiwa. Show all posts
Showing posts with label teduh jiwa. Show all posts

Friday, January 30, 2009

seperti semua hal yang harus dilepaskan:
tidak pernah ada kata cukup,
setelah memilikinya selama apa pun.

sisipkan airmataku diantara berjuta kesedihanmu
semoga bisa menjadi penjaga tegarmu.

jiwa

Tuesday, December 30, 2008

teduh dulu.

bila fajar menyinsing dukaku membeku diselimuti waktu....

dan aku larikkan semula mimpi lalu semaikan di tapak mimpi baru....

bismillahirahmanirrahim! dengan namaMu Tuhanku, aku letakkan lambungku, dan denganMu aku mengangkatnya. andai Engkau menahan diri (nyawa)ku, maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang soleh. ya Allah! Engkau telah menciptakan diriku dan Engkaulah yang telah mematikannya. hanya Engkau yang berhak mematikan dan menghidupkannya. jika Engkau menghidupkannya maka peliharalah ia, dan jika Engkau mematikannya maka ampunilah ia. ya Allah, aku mohon kepadaMu akan kesejahteraan!

wahai diri! ingatlah kembali pada setiap apa yang telah engkau minta daripada Tuhanmu. janganlah kau berpaling dari jalan-jalan yang telah Dia terangi. bersabarlah dirimu....

jiwa
andai kau menjadi pelangi
biar ku jadi awannya
agar kita selalu bersama

jiwa
cinta selembut awan
masih tersimpan di hati
pesona mu menawan
ku dilanda sepi
mengapa hanya padamu
tercurah seluruh rasa
hadir di setiap nafasku
bayangmu menyapu....

jiwa
teduh dulu. warna merah yang terpancar dari rona matahari kian meneduhkan suasana. elok bistari. warna jingga yang terbias pada gemercik air, melimpah di hamparan danau, bak kristal terbias cahaya. sesungguhnya pukauan yang tidak mungkin terlukis. subhanallah! kurniaanMu indah. tinta selautan, bahkan tujuh lautan terkumpul menjadi satu, tidak mampu untuk melukiskannya. keindahan daripada Yang Maha Sempurna. sesungguhnya, kurnia yang Engkau titiskan pada keindahan, yang menyelubungi jelaga bumi nan permai, membuat hidup bagai ruang-ruang mistik yang tidak mampu di ungkap oleh keterbatasan makhlukMu. Maha Besar engkau dengan segala kekuasaanMu.

Dia hanya mampu menyampaikan kegelisahan dan rindunya kepada bintang, bulan, dedaun, angin yang berhembus, dan juga kepada setiap isyarat alam sebagai luahan jiwa yang dalam, walaupun hanya menyampaikan sebait salam rindu untuk sang kekasih. menyampaikan risalah jiwa kepada hembusan angin dan juga merpati-merpati kesunyian. melukis risalah hati pada malam yang pekat, mencari tautan yang mampu memberikan cercah cahaya dalam jiwanya yang risau.

aku seperti salju yang terkena terik matahari. ada kegetiran hati yang ingin sekali aku luahkan. ada segunung kesedihan yang ingin aku lemparkan jauh-jauh sehingga semua rasa itu mampu menjauhkan diriku daripada kesedihan yang kian dalam. tetapi aku tidak mampu berbuat itu semua.

jiwa

jika aku jatuh hati...



jika?....jiwa

Wednesday, December 17, 2008

baru saja kukatakan pada hujan yang tersedu kehilangan pelangi di ruang kamar kita petang tadi.

mungkin ia terlalu mencintanya hingga lupa
pelangi cuma perlu gerimis bukan lebat tak habis
gerimis yang lembut dan terjaga
gerimis yang membebaskan sedikit ruang bagi cahaya
hingga seluruh warna jadi nyata

seketika tangisnya makin tumpah
dan kau tahu? mataku tiba-tiba ikut basah!
di ruang ini ada aku dan hujan
tapi mengapa terasa begitu sepi dan sendirian

jiwa
wahai sang jentayu,
izinkan ku tumpang dilebar sayapmu,
habis puas kau menanti hujan,
terbangkan aku ke negeri aman,
sungguh, aku juga kerinduan,
seperti kau yang kesepian,
menangis atas rintisan hujan,
ingin pulang ke halaman,
walau seketika berbaki cuma,
aku makin tersiksa jiwa dan raga,
selagi di sini terus dipenjara!

jiwa

Tiada ruang cemas yang kosong
tiada waktu erti menunggu
bangku sepi pengunjung sudah pergi
tanpa tamu tapi tidak sendiri

mata fikir jua yang mengerti
Kau ada di mana-mana:
Di ranting didahan
dihujung rumput, dipadang
dilembah dibukit
selamat datang berkampunglah dihati.

jiwa

Saturday, December 13, 2008

jiwa akan kulepaskan
untuk penyebatian dalam raga
kusatukan dalam rongga
untuk kukocokkan
untuk tidak berlaga
untuk berlagu
bukan dalam dosa
hanya nyanyian qasidah cinta
dari sebuah kesatuan....

jiwa
bila terkenang masa lalu
rasa terharu
segalanya masih kekal
dalam kenangan....

jiwa
Tuhan mencipta bumi, langit, syurga, bintang-bintang,
bulan dan hujan. Tuhan mencipta manusia. Tuhan
mengatur semua. jalur hidup insan - warna cerah atau
kelam, hujan atau teduh.

jiwa
everyone wants to be the sun that lights up your life.
but i'd rather be your moon,
so i can shine on you during your darkest hour when your
sun isn't around.

jiwa
i wonder why the star still shine even if i'm sad,
i wonder why the bird still fly even i cry,
i wonder why the sun still smiles even if i'm blue,
maybe because the world telling me,
I STILL HAVE U.

jiwa
aku berjuang dengan takdir sampai jadi batu,
tapi air mata ini masih jua menitis.

jiwa

Friday, December 12, 2008

kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya diwajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, "laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaan yaitu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga".

jiwa

Thursday, December 11, 2008

ada senyum berbalut air mata. dan ada bahagia bertabur luka. malam kembali menjelma. menebarkan bunga-bunga mimpi dalam keheningan malam....

jiwa
demikianlah halnya dengan rasa cinta. ia hadir dalam hati sesiapa sahaja yang dikehendaki, tanpa batas ruang dan waktu. ia memang bertindak seperti itu. datang tanpa diduga dan hilang tanpa disangka. tetapi meninggalkan luka.

jiwa
fahamilah ini dengan cinta.... kerana dengan cinta kau akan memahami kedamaian hati; dan ketika ia merasuk, cuba menyatukan rasamu dengannya, biar dia membawamu terbang jauh. sejauh yang tidak dapat kau sentuh; laksana kau melihat merpati berkepak di antara hitam putih hamparan langit biru; membawa risalah cinta bagi jiwamu - seperti halnya kau memahami dirimu sendiri yang kian jauh merenung perjalanan hidup kian menukik, sarat dengan tanda tanya.

jiwa
terima kasih telah memapahku dalam aku
mengharungi hidup yang penuh keheningan dan kesunyian ini!

jiwa